Home News FOMPPA dan Elemen Masyarakat Pakuhaji Gelar Aksi Damai

FOMPPA dan Elemen Masyarakat Pakuhaji Gelar Aksi Damai

29
0
SHARE
 FOMPPA dan Elemen Masyarakat Pakuhaji Gelar Aksi Damai

Kabupaten Tangerang - Jalan Raya Pakuhaji kini tak lagi sekadar jalur penghubung, melainkan medan "pertempuran" bagi warga setempat. Bukan melawan musuh fisik, melainkan melawan deretan truk bertonase besar yang setiap hari menggerus aspal dan menyisakan polusi yang menyesakkan dada. Lelah dengan kondisi yang tak kunjung usai, Forum Masyarakat Peduli Pakuhaji (FOMPPA) akhirnya mengambil langkah konkret. Sejumlah baliho dan spanduk protes kini menghiasi titik-titik strategis sepanjang jalan, menjadi simbol perlawanan bisu namun tegas dari masyarakat yang mendambakan kenyamanan. Antara Lumpur dan Debu Pekat

 

Kondisi infrastruktur di Pakuhaji digambarkan layaknya simfoni penderitaan yang berganti rupa sesuai cuaca. Saat hujan turun, jalanan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan mematikan bagi pengendara roda dua. Namun, saat terik matahari menyengat, masalah baru muncul: debu pekat. Koordinator aksi FOMPPA, Mantri Manap, mengungkapkan bahwa warga kini berada di bawah bayang-bayang ancaman kesehatan yang nyata. "Debu tebal menerpa warga hingga berisiko menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Ini yang sehari-hari dirasakan masyarakat," keluhnya.

 

Bagi warga Pakuhaji, setiap tarikan napas di pinggir jalan kini terasa seperti taruhan nyawa. Menagih Kehadiran Pemerintah Aksi pemasangan atribut ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan desakan agar Pemerintah Kecamatan Pakuhaji dan instansi terkait tidak menutup mata. Ibrohim, atau yang akrab disapa Ibo, seorang aktivis setempat, menegaskan bahwa pemerintah harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar penonton. Setidaknya ada tiga tuntutan utama yang kini digelorakan warga:

Pembatasan Jam Operasional: Truk besar tidak boleh lagi bebas melenggang di jalur pemukiman tanpa aturan. 

 

Pengawasan Tonase: Menindak tegas kendaraan yang melebihi kapasitas beban jalan.  

 

 Perbaikan Permanen: Mendesak percepatan perbaikan infrastruktur agar jalan kembali layak dan aman.

 

Meskipun aksi berlangsung tertib, pesan yang disampaikan sangatlah tajam. Dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa keresahan ini telah mencapai puncaknya. Warga hanya ingin satu hal sederhana: akses jalan yang manusiawi, aman dari kecelakaan, dan bebas dari polusi yang mengancam paru-paru anak cucu mereka

(Red)